25/11/2020
  • 23:13 Kekalahan Beruntun Real Madrid di awal Musim
  • 18:32 Hazard Sedang On Fire, Jose Mourinho Waswas
  • 05:44 Liverpool Kembali ke Posisi Asalnya, Kata CEO Peter Moore
  • 01:12 Pogba Sudah Setuju Pindah ke Barcelona ?
  • 04:22 Messi Absen Membela Timnas Argentina

Carlton Cole Benar-Benar Tak Percaya Dengan Kualitas Pemain Indonesia
Lama berkarier di kompetisi Inggris, striker impor Persib Bandung ini tak percaya dengan kualitas pemain Indonesia.

vip-clients-carlton-cole-1

Persib Bandung dengan berani mendatangkan striker asal Inggris Carlton Cole, untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2017, setelah sebelumnya meminang eks Chelsea Michael Essien dengan status marquee player.

Cole boleh dibilang masih minim kontribusi bagi tim Pangeran Biru karena butuh adaptasi lama bagi eks West Ham United itu untuk menyesuaikan diri dengan Indonesia, dari mulai kualitas kompetisi, budaya mau pun cuaca di sini.

PSSI Hapus Regulasi Penggunaan Pemain U-23 Di Liga 1 Mulai Pekan Ke-12
Regulasi penggunaan pemain U-23 tak diterapkan mulai pekan ke-12 Liga 1 hingga 30 Agustus nanti.

Jelang bergulirnya pekan ke-12 Liga 1 2017, PSSI menerapkan kebijakan baru terkait regulasi kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu. Adalah terkait penggunaan pemain U-23 di masing-masing klub dalam setiap pertandingan.

Sebelumnya, terdapat regulasi setiap klub wajib memainkan minimal tiga pemain U-23 sebagai starter di setiap pertandingan dengan durasi minimal 45 menit. Regulasi itu pun dihapuskan sementara mulai pekan ke-12 hingga berakhirnya SEA Games 2017.

Hal itu dibenarkan wakil ketua umum PSSI Joko Driyono. “Ini sebenarnya kami menangguhkan sementara bukan menghapuskan. Sebenarnya penerapan regulasi pemain U-23 di Liga 1 tadinya untuk pengembangan yang serba konstektual terkait persiapan timnas U-22 ke SEA Games 2017,” buka Joko, kepada Goal Indonesia.

SIMAK JUGA : 10 Juli, PSSI Umumkan Skuat SEA Games 2017

“Tapi untuk saat ini, slot skuat SEA Games sudah ditetapkan, sehingga untuk talent scouting tak diperlukan lagi karena skuat sudah ada. Begitu juga untuk Kualifikasi Piala Asia U-23,” tambah pria asal Ngawi itu.

Alasan selanjutnya, Joko memaparkan bahwa PSSI ingin adanya keadilan untuk klub-klub yang para pemainnya dipanggil ke timnas U-22. Mengingat, distribusi pemanggilan pemain tak merata di setiap klub.

“Kita tahu, ada klub yang tiga sampai empat pemainnya dipanggil, dan klub tersebut kemungkinan memiliki pemain U-23 penggantinya yang kualitasnya di bawah dengan yang dipanggil ke timnas,” ujar pria yang juga menjabat pelaksana tugas sekjen PSSI itu.

“Alasan ketiga, kami juga diskusi dengan Liga (PT Liga Indonesia Baru), bagaimana agar kompetisi ini tetap menarik dengan tanpa pemain U-22 yang dipanggil ke timnas. Kami punya asumsi bakal ada penurunan kualitas kompetisi jika tanpa para pemain U-22 yang dipanggil ke timnas. Ini kami diskusikan cukup panjang, sehingga diputuskan hal ini (ditangguhkan regulasi pemain U-22) mulai pertandingan 3 Juli hingga selesainya SEA Games. Setelah itu akan diberlakukan lagi,” jelasnya.

 

Tigorshalom-Boboy

 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Chief Operation Officer PT LIB Tigorshalom Boboy membenarkan hal tersebut. “Iya benar (dihapuskan regulasi pemain U-23). Itu mulai pekan ke-12 (3 Juli) sampai dengan 30 Agustus,” ujar Tigor.

Dalam wawancaranya kepada Sky Sports, Cole tak bisa memungkiri adanya culture shock ketika ia baru merasakan kompetisi Indonesia. Jebolan akademi Chelsea itu juga tak percaya dengan kualitas pemain Indonesia.

Tapi, tak percaya di sini dalam konteks yang positif. “Jujur saja, pemain lokal (di Indonesia) secara teknik bagus,” buka bomber 33 tahun kelahiran Croydon itu.

“Alasan saya mengatakan ini karena mereka punya sentuhan yang bagus dan bisa terus berlari di cuaca panas. Serius, Anda tidak akan percaya mereka bisa (terus) berlari. Banyak yang bisa dilakukan, saya ingin terlibat membantu mereka dan mendukung pemain muda soal apa yang mereka butuhkan.”

SIMAK JUGA – Berani Curi Umur, Klub Bisa Dihukum Berat

“Ini hanya soal pengambilan keputusan dari mereka. Mereka hanya butuh dilatih dengan sedikit lebih baik. Bukan maksudnya di sana buruk, namun jika mereka punya pelatih yang lebih bagus, saya pikir mereka akan sangat berkembang.”

Sebelum menjadi pemain Maung Bandung, Cole pun mencicipi kompetisi Amerika Serikat dalam rentang waktu yang tak lama. Ia tergabung dengan Sacramento Republic dan banyak membimbing pemain muda di klub itu.

“Beberapa pemain muda di Inggris yang membela klub Liga Primer sedikit manja. Mereka tak paham apa yang harus dilakukan untuk maju. Tapi saat saya di Amerika Serikat bahkan Persib, pemain muda akan meminta petunjuk kepada senior. Di Inggris tidak seperti itu.”

Judibola

RELATED ARTICLES